1. Naresushi
Sushi tradisional dikenal sebagai
naresushi yang pertama kali dikembangkan di Asia Tenggara dan menyebar ke
Tiongkok Selatan sebelum diperkenalkan ke Jepang sekitar abad ke-8.
Sebelum disajikan menjadi sushi, ikan disimpan dalam nasi yang difermentasi sehingga dapat bertahan untuk waktu yang lebih lama. Nasi yang difermentasi kemudian dibuang dan hanya diambil ikannya saja. Sushi jenis ini menjadi sajian yang tinggi akan sumber protein bagi masyarakat Jepang.
Sebelum disajikan menjadi sushi, ikan disimpan dalam nasi yang difermentasi sehingga dapat bertahan untuk waktu yang lebih lama. Nasi yang difermentasi kemudian dibuang dan hanya diambil ikannya saja. Sushi jenis ini menjadi sajian yang tinggi akan sumber protein bagi masyarakat Jepang.
2. Sushi chef perlu dilatih minimal 2
tahun
Dalam proses pelatihan, Sushi chef
(itamae) hanya dapat bekerja di sebuah restoran Jepang setelah menjalankan
pelatihan selama 10 tahun. Akan tetapi kini, sushi chef mulai bekerja setelah
pelatihan selama 2 tahun.
3. Tuna bluefin paling populer
Secara umum, sushi memang selalu
dipadukan dengan ikan segar atau seafood. Sekitar 80 persen dari Tuna
Bluefin ditangkap dari seluruh dunia hanya untuk dibuat sushi dan sashimi.
Dalam kamus Jepang 'Sushi'
berarti ikan yang direndam dalam fermentasi nasi. Namun, kepercayaan masyarakat
adalah nasi yang disajikan dengan ikan mentah.
4. Ikan perlu diolah dengan benar
The United States Food and Drug
Administration dan European
regulatory menyarankan untuk membekukan ikan pada suhu tertentu sebelum
dimakan agar parasit mati. Di Jepang, Sushi chef sangat terlatih untuk menjaga
kesegaran ikan untuk mencegah kontaminasi dan parasit.
5. Restoran sushi bersertifikat
Kementerian Pertanian Jepang
memiliki peraturan dengan membuat sistem sertifikasi di restoran Jepang di luar
negeri. Hal ini terutama ditujukan untuk mendapatkan standar Sushi berdasarkan
kualitas Jepang.
Kementrian mengklaim, tujuan meraka
adalah untuk menyebarkan budaya gastronomi Jepang yang benar dan meningkatkan
keandalan makanan di negara luar.
6. Sushi bluefin paling mahal
Sushi bluefin tuna paling mewah
dijual dengan harga $396.000 atau sekitar Rp. 4.957.900 dengan 342.009 Kg ikan
yang dibuat pada tanggal 4 Januari 2011 di Pasar Ikan Tsukiji Tokyo. Ini
memecahkan rekor pertama sushi bluefin Tuna siap dengan harga $173.600 atau
sekitar Rp. 2.173.463 untuk 201.395 Kg ikan pada tanggal 5 Januari 2001.





No comments:
Post a Comment